Memulai Ekspor ke Jepang: Kesalahan yang Harus Dihindari

Memutuskan untuk ekspor adalah ide yang tepat, terutama untuk Anda yang ingin melebarkan sayap bisnis ke ranah yang lebih serius dan menguntungkan. Nah, Jepang adalah salah satu tujuan ekspor yang bisa dijadikan pertimbangan. Selain secara umum biaya ekspor barang ke luar negeri yang tidak terlalu besar, pangsa pasar di Jepang juga cukup luas.

Nah, dengan kedua hal di atas, Anda bisa menyusun rencana tentang bagaimana memulai ekspor ke Jepang dan mendapatkan profit sebagaimana yang Anda inginkan. Hanya saja, Anda tentu perlu berhati-hati terkait beberapa kesalahan umum yang biasanya terjadi.

Ya, para eksportir pemula terkadang melakukan kesalahan mendasar yang memberikan efek begitu fatal. Lantas, apa saja kesalahan fatal eksportir pemula yang harus dihindari sebelum berbisnis ke Jepang? Simak beberapa ulasan di bawah ini.

biaya ekspor barang ke luar negeri
biaya ekspor barang ke luar negeri

Kesalahan Eksportir Pemula Untuk Dihindari

Sebagaimana disinggung di awal, ada beberapa kesalahan mendasar yang nantinya akan mengganggu keinginan Anda untuk memulai ekspor produk ke Jepang. Nah, beberapa kesalahan yang dimaksud diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kurang melakukan riset

Hal paling pertama yang harus dilakukan sebelum memulai ekspor ke Jepang adalah riset. Ya, riset adalah poin penting yang harus dilakukan untuk menemukan produk apa yang sekiranya laku dan banyak dicari di negara target ekspor.

Jika Anda ingin memulai ekspor ke Jepang, pelajari pasar di Jepang untuk merumuskan produk yang nantinya akan Anda buat dan kirim ke sana. Nah, kesalahan yang cukup sering terjadi adalah para eksportir pemula tersebut kurang dalam melakukan riset. Kesalahan ini tentu saja cukup fatal.

Dengan riset yang kurang matang, bisa saja dihasilkan produk yang kurang baik dan tidak mendapat respons baik di pasaran. Akhirnya, bisnis ekspor pun tidak berjalan dengan lancar.

2. Menerima pesanan barang yang bukan diproduksi sendiri

Seringkali, setelah proses ekspor, perusahaan akan mendapatkan tawaran atau permintaan dari konsumen. Namun, bisa jadi order didapatkan bukan barang yang diproduksi sendiri. Nah, hal semacam ini kerap kali memunculkan dilema, terutama untuk eksportir pemula. Umumnya, mereka akan menerimanya dengan perhitungan keuntungan yang berlipat.

Padahal, sebisa mungkin sebenarnya Anda jangan menyanggupi permintaan produk yang bukan dibuat sendiri. Hal ini cukup krusial karena eksistensi dan nama besar perusahaan Anda nantinya akan dipertaruhkan.

Dalam hal ini, dengan menerima pesanan barang yang bukan diproduksi sendiri, kontrol pada produk tersebut akan cenderung kurang maksimal. Bisa jadi, produk tersebut tidak terlalu bagus hingga nantinya hanya akan merugikan bisnis Anda sendiri.

3. Tidak bergabung dengan komunitas eksportir

Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah tidak bergabung dengan komunitas eksportir. Meskipun terdengar sepele, namun bergabung dengan komunitas eksportir adalah hal yang cukup penting. Ya, hal ini dikarenakan seorang eksportir pemula akan mendapatkan beragam ilmu terkait dunia ekspor dan juga link bisnis untuk mengembangkan bisnis yang dijalani.

Oleh karenanya, ketika Anda memutuskan untuk terjun di dunia ekspor, pastikan Anda bergabung dengan komunitas eksportir tertentu. Berusahalah untuk aktif di dalam komunitas tersebut dan dapatkan beragam manfaatnya.

Nah, beberapa hal di atas adalah kesalahan yang tentu harus dihindari oleh seorang eksportir pemula. Selain itu, kesalahan lain yang kerap kali terjadi adalah salah memilih jasa ekspor sehingga biaya ekspor menjadi membengkak.

Khusus untuk menghemat biaya ekspor barang ke luar negeri, Anda bisa menggunakan jasa kilo.id yang terpercaya dan berpengalaman. Anda bisa melihat detail biaya pengiriman barang ke Jepang untuk menunjang bisnis Anda di sini.

About the Author: Romy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *